Sekor burung hantu kecil tersapu jauh dari sarangnya oleh badai yang datang tiba-tiba. Ia baru saja mulai belajar terbang.
Takut dan tersesat, ia terus mencoba. Namun setiap kali ia naik sedikit lebih tinggi, ia kembali jatuh.
Dari kejauhan, seekor burung hantu tua memperhatikannya bersama seekor burung lain. Burung tua itu berkata pelan..
"Anak kecil ini, dia tidak menyerah". Mereka mendekat. Dengan tubuh gemetar, burung hantu kecil itu berkata.
"Aku tersesat dan belum bisa terbang dengan baik. Bisakah kalian membantuku pulang?".
Burung tua itu menyeringai.. "Kalau kamu belum bisa terbang, kenapa meninggalkan sarang sejak awal?"
Mereka menertawakannya...Burung hantu kecil itu terluka, tapi ia tidak membalas. Ia mengamati. Ia memperhatikan kepakan sayap kedua burung hantu tua itu, cara mereka menangkap angin, dan waktu mereka melayang. Burung tua itu terbang tinggi kembali lalu mengejek lagi, berkali-kali.
Namun pada satu putaran terakhir, burung kecil itu sudah tidak ada... "Tunggu, apakah dia terbang?".. Tanya burung hantu tua itu... "Ya".. jawab temannya.
Dan kali ini, dia tidak jatuh.. "Kamu mengejeknya, kenapa kamu malah tersenyum?"
Burung tua itu menatap langit... "Dia tidak mendengarkan kata-kataku. Dia memperhatikan sayapku. Aku tidak menolongnya dengan mengangkatnya. Aku menolongnya dengan menantangnya. Jika aku membantunya terlalu lembut, dia akan bergantung padaku. Sekarang dia percaya pada dirinya sendiri"..
Temannya terdiam, kekuatan sejati tidak diberikan, kekuatan sejati dibangkitkan.
Tantangan bukan untuk menjatuhkanmu, tapi untuk membangunkan sayapmu. Jangan takut jatuh.
Setiap perjalanan besar selalu dimulai dengan satu keberanian untuk terbang keluar dari zona nyaman.



0 Komentar