Rumah di Depok, Kantor di Bekasi atau Sebaliknya. LRT Solusinya



Bagi anda yang tinggal di Kota Depok dan bekerja, atau berkantor dikota Bekasi, bisa juga sebaliknya. Pastiya sering dong mengalami drama dan segala macamnya sewaktu berangkat bekerja pagi, atau mungkin sore hari. Dan atas seringnya mengalami hal semacam itu membuat anda stres, hingga bermalas-malassan terlebih jika jadwal kerjaan menumpuk.

Nah jika mau saya punya solusi menarik untuk menuju tempat kerja anda baik yang tinggal di Depok maupun di Bekasi. Solusinya yaitu gunakan LRT (Light Rail Transit), ketimbang anda membawa kendaraan mobil dan motor.

Menggunakan LRT jauh lebih santai dan menyenangkan termasuk jika kantor anda di Jakarta, selain cepat tidak ada drama-drama macet dan hal lainnya. Kejadian ini sudah saya coba sewaktu saya pulang dari Jember Jawa Timur.

Kereta yang membawa saya dari Jawa Timur akhirnya sampai juga dikota Bekasi, setelah mengabari sang istri tercinta kedua, Ia pun segera menjemput saya distasiun Bekasi.

Setelah dikota Bekasi selama tiga hari, barulah saya kembali kekota Depok. Karena memang saya menetapnya dikota Depok. Sang istri menyarankan kepada saya agar pulang ke Depok naik LRT saja biar lebih cepat dan santai tidak ada drama, seperti naik Krl Comuterline yang harus berjubel-jubel terutama saat pagi hari.

Akhirnya sang istri kembali mengantar saya kestasiun kereta LRT Bekasi Barat. Oiya untuk stasiun kereta LRT di Bekasi ada dua yaa, yang pertama di Bekasi Barat, dekat gerbang keluar tol Bekasi Barat. Dan yang kedua ada di Bekasi Timur tepatnya di Jati-Mulya.

LRT pun membawa saya kestasiun Harjamukti Cibubur, perbatasan kota Depok dan kota Jakarta Timur. Waktu tempuh yang dibutuhkan cuma sekitar 60 menit, karena harus transit dulu distasiun Cawang. Biayanya cuma 28000 saja tepatnya sih 27400 rupiah. Lebih nyaman tanpa harus ada drama-drama macet dan lainnya.

Jika anda tinggal didepok satu atau Depok dua, bisa lanjut kembali naik Biskita dan biayanya sewaktu kemarin saya naik masih Gratis, meski awal tahun 2026 nanti naik Biskita katanya tidak gratis lagi. tapi tidak mahal kok cuma 6000 rupiah, ingat cara bayarnya pake kartu Emoney dan sejenisnya yaa sama seperti naik LRT.

Akhirnya Biskita yang saya tumpangi membawa saya keterminal Depok satu, dengan kisaran waktu 30 menit. Dengan jarak tempuh 12km lebih, itupun kondisi jalan tidak macet, kalau macet kemungkinan 40 menitan. Setelah sampai saya langsung mengabari istri tercinta saya yang pertama. Iapun mengatakan kepada saya.. "Kamu sudah di Depok, kok cepet sih! Ok deh otw jemput".

Sayapun sepemikiran dengan istri saya yang pertama, ternyata naik LRT lebih cepat ketimbang bawa motor atau mobil jika dari Bekasi ke Depok atau sebaliknya.

Nah, bagi anda yang tinggal di Depok bekerja di Bekasi atau sebaliknya naik LRT bisa jadi solusi lho, bahkan anda bisa lebih santai dan tenang.

Yaa memang biayanya lebih mahal, ketimbang naik KRL Comuterline. Tapi harus bejubel-jubel dan penuh drama, terlebih harus transit lagi distasiun Manggarai yang bikin waktu lebih lama dan menyebalkan, dan bagi saya LRT nggak mahal-mahal juga keellleess! 😁 Terlebih buat para pekerja yang butuh kenyamanan untuk menuju kantor.

Nah anda punya cerita lain tentang LRT, atau memang sudah memilih LRT untuk menuju tempat kerja anda, jika mau boleh dong berbagi komentar dengan saya dibawah ini.👇




~ THANK ~ YOU ~

Posting Komentar

21 Komentar

  1. Rp6 ribu tergolong sangat terjangkau, Mas, apalagi itu di Jabodetabek ya. Kalau di sini yang menyerupai Biskita itu baru Trans Jatim, jauh dekat tarifnya Rp5 ribu saja, murah meriah. Busnya nyaman pula, makin siplah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali mbak Risba, Cuma beda seribu yaa, Tapi busnya ukurannya tetap sama, yang beda cuma warna dan striping saja.😊😊

      Hapus
  2. Wah kang satria sekarang ada dua ya istrinya.🤔

    Aku belum pernah naik LRT kang, tapi kalo komuter line dua kali naik. Memang murah sih dari Rangkas Bitung ke Tanah Abang cuma 7 ribu, cuma penuh banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga terkesima justru dengan kalimat soal istri ke satu dan kedua 😁, wah berhubung saya gak tinggal di seputaran jabodetabek, jadi kurang paham juga, tapi yang penting sih ada pilihan selain pake computerline yg berjubel tadi, saya mah cuman pernah sekali nyoba naik MRT, itu juga iseng karena pingin tau dan pas main ke jkrta

      Hapus
    2. @Agus.. Sudah lama kang.😁😁

      Aku juga naik LRT baru 2 kali padahal dah lama juga tahunya.😂😂

      Kalau di Banten atau Rangkas bitung solusi cepat yang Comuterline memang. Cuma minusnya gitu deh.😂😂

      Harusnya ada kendaraan Alternatif lainnya yaa mas selain Krl Comuterline.😁😁

      Hapus
    3. @mbak Hens... Kan Depok juga ada dua mbak ada depok 1 dan Depok 2 jadi yaa harus 2 juga istrinya. Kalau ada Depok 3 pasti tambah satu lagi deh.🤣🤣🤣 Ngaco deh.🤣🤣

      Mrt juga nyaman mbak cuma baru disekitaran Jakarta aja belum masuk Jabodetabek.😊

      Hapus
    4. Kalo kendaraan lain ada sih, bis Primajasa sama Bulan jaya, cuma sama saja kayak tape penuh sesak. Udah penuh juga keneknya masih naikin penumpang terus, kalo didalam bis penuh suruh naik ke atap pakai tangga...🤣🤣🤣

      Hapus
    5. Haaaahaaaa !! Berarti memang harus ada bus TransBanten dengan tarif murah kaya Transjakarta.

      Eehh tapi bisa ngatasi lonjakan penumpang nggak yaa.🤔🤔 Atau malah tambah parah.🤣🤣🤣

      Berarti harus Ada Mrt tangerang Banten.

      Hapus
  3. keren istrinya di bekasi sama depok
    enak ya istrinya anter jemput wkwkwkwkwk

    BalasHapus
  4. Di Bekasi ada di Depok ada, jangan-jangan di Jember ada juga nih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada Huu... Lagi pdkt ini.🤣🤣🤣 Kena racun ke 2 lagi nih dari Suhu Herman. Di Jember Racun sudah ada soalnya.🤣🤣🤣

      Hapus
    2. Kayaknya jadi target di tahun 2026 nih.. wkwkwk

      Hapus
    3. Haahaaaa! Target 2026 tambah satu lagi yee Huu.🤣🤣🤣🤣🤣 Kalau di Aminnkan bisa brabe Huu.🤪

      Hapus
    4. Harus mangkal sama Egus Huu, di Lampu merah.🤣🤣🤣

      Hapus
    5. Ngga jauh dari itu.. wkwkwk.. kaburrrrrr

      Hapus
  5. <--- Tinggal di Depok tapi belum pernah nyobail LRT yang di Hajarmukti. Kebetulan punya bad experience sama moda transportasi ini mas, jadi setelah itu belum tertarik lagi, apalahi kalo dibandingin KRL biayanya lumayan jauh sih. Tapi kalau soal cepat dan nyaman LRT emang joss sekali sih, terlepas dari gerbongnya yang lebih kecil dan pendek, sisanya oke lah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama aku juga baru 2 kali naik mas. Cuma kalau untuk kekantor nyaman dan aman enak naik LRT sih ketimbang harus bermacet-macetan ria ada berjubelan dengan Krl Comuterline.😁😁

      Hapus
  6. Kata2 istri pertama kedua ini bikin ga fokus Ama ceritanya deh 🤣🤣🤣. Seriuuuus mas 2 istriiii?? 😂😂😂.

    LRT nyaman memang. Aku baru naik sekali, pas ke kelapa gading. Eh tapi kata temenku jalannya lambat bener ga sih? Aku kok ga inget yaa jalannya lambat 🤣🤣. Atau mungkin Krn aku ga buru2 apa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah lama mbak.😊😊

      Nggak karena posisinya kita dalam jadi berasa lambat. Kedua LRT itu Relnya ada satu cuma ditengah. Jadi terkesan lambat padahal nggak sih sama cepatnya kaya MRT, yang pakai 2 Rel sama kaya Comuterline.😊

      Hapus